Hari ini tak banyak ubahnya dengan hari kemarin. Aku masih saja tak kunjung mampu untuk perpura-pura baik-baik saja. Dan juga, kebencian, rasa tidak sukaku terhadap dirinya semakin menjadi. Iblis di sampingku makin menggebu, makin menghasutku untuk lebih menginginkan ketidakberadaannya di dunia yang fana ini.
Ahaha. Anda sungguh mengganggu. Huft. Nyaris membuat saya gila.
Anggap saja ini teman curhatku yang senantiasa untuk diam, menerima, tak mendakwa... ^^
Saturday, December 8, 2012
Friday, December 7, 2012
Someone Different
Perbedaan itu indah. Ahaha. Entah mengapa itu seperti sebuah omong kosong yang terlalu besar. Tak jarang manusia masa kini malah menolak perbedaan, seperti makhluk primitif saja. Ya, dengan kenyataan yang tak mampu dielak lagi ini, dapat dengan gamblang kita berujar bahwa manusia masa kini tidak seutuhnya modern. Toh, bersama mereka tetap bergerilya pemikiran primitif yang semestinya cuma dimiliki manusia jaman dulu.
Berhenti berkelana panjang lebar. Pokok dari Someone Different adalah dia yang memang berbeda dari yang lainnya. Fisik, mental dan kehidupan. Perbedaan dalam tanda kutip yang ditimbang dari berbagai kacamata dengan berbagai lensa.
Berhenti berkelana panjang lebar. Pokok dari Someone Different adalah dia yang memang berbeda dari yang lainnya. Fisik, mental dan kehidupan. Perbedaan dalam tanda kutip yang ditimbang dari berbagai kacamata dengan berbagai lensa.
7 DESEMBER 2012
Bukan apa-apa, hanya saja aku tak mampu untuk pura-pura baik-baik saja. Heh, dasar. Jika sudah begini aku akan jauh lebih senang jika keberadaannya di dunia tidak ada. Ya, jelas bukan maksudnya apa? Dia mengganggu. Sangat. Dan lagi tidak tahu diri. Apalagi ditimbang dari umurnya yang sudah tidak muda lagi. Heh, boleh aku pinjam kantong plastik? Aku benar-benar jijik.
Saturday, December 1, 2012
CINTA 3
Apa cinta butuh alasan?
Apa cinta butuh jawaban?
Bagaimana jika aku tak punya karena sebagai sebab aku mencintainya?
Bagaimana jika aku tak mampu bergumam untuk berucap akan pertanyaannya?
Aku mencintainya. Ya, hanya mencintainya.
Apa cinta butuh jawaban?
Bagaimana jika aku tak punya karena sebagai sebab aku mencintainya?
Bagaimana jika aku tak mampu bergumam untuk berucap akan pertanyaannya?
Aku mencintainya. Ya, hanya mencintainya.
Subscribe to:
Comments (Atom)