Lama aku berjalan, diantara sunyinya malam juga bisingnya siang.
Bukan hitungan jari hari yang kugandrungi bersama sepi. Bukan deret satu dua angka masa yang kutekuni diiringi bunyi.
Aku banyak mengamat, menilik. Mencoba menerka-nerka apa makna yang sebenarnya. Meski begitu, aku masih terlalu bodoh untuk mengerti. Betapa menyedihkan bukan?
No comments:
Post a Comment