Friday, November 9, 2012

Memori Setengah Putih Abu-Abu

Banyak kudengar bahwa putih abu-abu adalah masa emas sepanjang usiamu. Jujur saja, hingga detik ini pun aku tak percaya. Putih abu-abu telah kurasakan setidaknya nyaris setengah dari waktu yang seharusnya. Belum ada hal-hal yang bisa diberi label ‘emas’. Semua terkesan biasa saja.
Syukurnya aku punya sedikit harta berharga. Bukan, bukan sesuatu yang dalam tanda kutip berlabel emas. Jelas ini jauh lebih nyata. Kita beri judul ini “Memori Setengah Putih Abu-Abu”.
Hal yang paling membuatku terkesan di awal Memori Setengah Putih Abu-Abu adalah MOPDB atau bahasa dulunya Masa Orientasi Siswa. Delapan hari penindasan paling berkesan sepanjang 15 tahun usiaku kala itu. Awal di mana aku mulai mengenal apa itu putih abu-abu. Ada kesal, muak, lelah, dan berbagai rasa lainnya yang becampur. Sayang, seperti sampiran sebuah pantun sederhana “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, aku puas dengan masa MOPDB yang cuma delapan hari itu.
X.1 atau yang akrab kusebut “Bangsaone” adalah kelas pertamaku di SMAN 1 Landbouw Bukittinggi. Kelas yang sangat menyenangkan. Di sinilah kutemukan seorang gadis yang kuakui seperti bidadari. Ahaha. Kelas yang kompleks, memuat bebagai jenis makhluk dari berbagai asal pula. Kelas yang mengajarkanku akan arti perbedaan dan kebersamaan.
Ekskul KIR “Kelompok Ilmiah Remaja” awal di mana aku mulai mencoba dan terus mencoba. Banyak, terlalu banyak yang kualami. Bersama almarhumah ibu, kakak-kakakku, teman seperjuanganku, masa-masa sulit dan rumit, juga canda tawa yang menyelinginya. Menumbuhkembangkan kesetiaanku akan kelompok kecil tersebut. Rasa cinta yang tak ‘kan hilang selamanya ku kira. Senantiasa terpelihara sebab memang terlalu berharga.
OSIS/MPK #40, keluarga kedua yang luar biasa. Ahaha. Ya, banyak tangis dan tawa sepanjang delapan bulan masanya. Juga pelajaran berharga yang tak ‘kan mungkin kulupa. Masa di forum, masa ulang tahun satu-satunya anggota yang kami rayakan bersama, masa acara-acara, masa makan dan foto bersama. Semua. Manis pahit yang terangkum begitu singkat.
XI IPA 5 atau yang sekarang punya nana “Science O’ Lime”, kelas baru di tingkat dua masa putih abu-abu. Masih banyak tapir yang belum tersingkap dan ada waktu setidaknya dua tahun untuk menyelesaikannya.
Rempong, yang paling berharga dari putih abu-abuku ya mereka.
Pertama, Amak Rempong atau yang lazim dikenal dengan "Resti Safitri Andra". Teman yang baru kukenal satu tahun tiga bulan lalu lewat perkumpulan kami 'Bangsaone'. Menurut kacamataku dia adalah teman yang cantik, putih, tinggi, dan chabby. Pribadinya tertutup, dia pendiam, cengeng, rapuh dan sering sekali buat hati risau. Kenapa? Dia teman yang terlalu baik.
Kedua, Rahma Shintia. Bisa dibilang dia itu 'biang rempong' pencetus kata rempong. Ya, dia yang hobi banget menyebarkan virus rempong diantara kami. Hingga terciptalah rempong sejati beserta rempongers-nya.
Dari kacamataku, 'Tya' begitu sering disapa, adalah pribadi yang kuat sekaligus lemah. Kenapa? Kalau pengen tahu jawabannya kamu harus kenal dia luar dalam. :D
Fisiknya cantik, putih, lumayan tinggi dan yang paling penting 'kurus'.
Ketiga, Nadra Yudelsa Ratu. Dia itu bagian dari 'REMAIN' yang artinya juga bagian dari 'Tya'. Anaknya seperti biasa putih, tinggi dan cantik. Dia itu lola. Ada yang bilang anggun, pantas sama nama akhirnya 'RATU'. Si Nad ini anaknya pintar, ambisius cuma kadang gampang panikan trus nanti stress sendiri. Makanya dia rempong.
Keempat, Nur Indah Lestari. Aku sih lebih senang manggil dia 'Cuin' atau 'Jundai'. Anaknya heboh, sumpah cerewet banget. Dia pintar, easy going, gak neko-neko, apa adanya, pengertian. Dia itu teman aku yang paling awet. Aku udah satu sekolah sama dia dari sebelum kami bisa baca tulis. Sampai sekarang pun masih satu sekolah. Berharap nanti kuliahnya juga bisa satu universitas. :D
Trus, Isnaini Saroh. Temen aku yang paling ngeyel dan pecicilan. Paling senang dipanggil 'Arah'. Dia baik, pengertian, perhatian, cuma gak jarang juga jengkelin dan nyebelin. Dia itu teman aku paling 'cingik' juga. Pintar buat puisi dan suka banget sama warna 'kuning'. Kalo dia jalan, sumpah 'ngejrengg' banget.
Trus, Suci Rahmadhani. Teman sekelas and sebangkuku. Aku lebih suka manggil dia 'Kuchay'. Kalo Arah pintar nulis maka Kuchay pintar baca puisi. Dia itu master of master lah buat baca puisi. Anaknya asyik, nyambung dibawa kemana-mana. Cuma ya kadang kekanakan. Ada aja hal-hal dalam tanda kutip sederhana yang dipermasalahinnya.
Trus, Husnatul Izzati Luthvia. Dia itu hobi loncat-loncat ekskul. Paling suka dipanggil 'Vivi'. Sejak SMA dia jadi mendadak feminim. Dia pintar, hebat debat juga. Lumayan multitalent lah. Sayang, gak ada yang jelas menurutku. Nilai plusnya dia gampang berbaur kapan dan di mana saja.
Trus, 2 sohib yang mendadak rempong.
"Rin Luan Hawari" dan "Elmaghfira Putri Elika".
Kalo Luan, dia itu cantik, putih, manis, imut. Dia juga pintar dan kekanak-kanakan banget. Maklum lah. Luan itu juga teman aku yang paling cengeng sedunia. Belum apa-apa aja dia udah mewek bombay. Rempong banget deh.
Kalo Ghiva, dia itu aneh. :D Dia suka ngeluh tapi gak berani ngomong langsung sama orangnya. Ujung-ujungnya pasti cari pelampiasan. Dia juga kadang panikan, hal gak penting dipusingin. Suaranya... Sumpah bagus banget. Dia itu juara 'SMANSA Idol'. Trus Ghiva juga kadang rada telmi and suka ngomong seenaknya. Dia juga pribadi yang pengertian dan perhatian. Untuk fisik, Ghiva itu cantik, tinggi dan 'agak gendut'.
Terakhir 'Naylatul Fhadilla' gak tau namanya bener apa gak? Soalnya ribet tulisannya. Anaknya gila. Sumpah gila. Lebih gila dari semua. Dia cantik, putih, pintar, baik, pengertian, perhatian, cengeng. Dia sama aja pecicilannya sama Arah. Padahal tu orang dua sama-sama siswa akselerasi. Emang pada stress.
Dila juga baik and enak dibawa cerita. Dia tipe pekerja keras and selalu berpositif thinking. Paling pinter nutupin masalah pribadi.
Yang paling penting dia 'kocak'.
Ya, itulah mereka harta berharga sepanjang “Memori Setengah Putih Abu-Abu”ku.



62 comments:

  1. carito kawan gik ..??
    Grup "rempong" yo..??
    :D...

    ReplyDelete
  2. waaah sudah tau bagaimana kisah “Memori Setengah Putih Abu-Abu” sesty. ditunggu setengahnya lagi ya...

    ReplyDelete
  3. Ihsan... rempong t ndak grup dow....
    rempong tu kawan egi.

    ReplyDelete
  4. boleh....
    tunggu satu tahun enam bulan lagi yaaa...

    ReplyDelete
  5. cie.. ceritanya penuh kata2 puitis...
    http://chaqullenaa.blogspot.com/
    comment juga di blog aku ya... makasiih

    ReplyDelete
  6. ditunggu lanjutan ma crita barunya y...

    ReplyDelete
  7. cieee gw termasuk rempong ya? :/

    ReplyDelete
  8. jadi takana mobdb gi..

    ehh iia, kommen iia
    http://fortunedeamor.blogspot.com/ dan http://apapunsemuanyadisinitersedia.wordpress.com/?ref=spelling
    muuci iia
    #promosi ^^

    ReplyDelete
  9. Bagus gik, tapi sayang gaada aku nya --"
    Oya, bidadari yg di bangsaone siapa ya?

    ReplyDelete
  10. bgus gik :)
    jngan lupa comment blog aku jg ya http://febyolapresticia.wordpress.com mkasih :)

    ReplyDelete
  11. ma lo keren khalif ..??
    bruak ko mah...
    wkwkwkw..

    ReplyDelete
  12. aduh aduh regi...
    dahmantap tu jadi penulis....

    ReplyDelete
  13. kalau lah egi yg bwk crito, yan angkek tangan..
    KEREeennnn giii :D

    ReplyDelete
  14. masa putih abu abu wak masih ado satu satangah tahun lai, kalau kini alun dapek hal yang istimewa mungkin dalam stengah tahun kedepan bisa didapekkan banyak hal yang berhaga, haha sori kalau komennya ndak jaleh, soalnyo alun mambaco sampi habis

    ReplyDelete
  15. AHAHHA
    ndak aa do Mujek
    Makasih yo..

    ReplyDelete
  16. ternyata 'rempong' tak hanya bertiga :D

    ReplyDelete
  17. cie..cugik ebat bna mrnglai kto" eh...

    ReplyDelete
  18. aaaaaah, aku disebut aku disebut :P nice post cugik :) aku sukkkaaaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo ada kamu aja, suka ya... coba gak ada. :D

      Delete
    2. ah cugik jangan diperjelas dong -,- kan gpp sekali kali aku adaa, dibilang cantik lagi :P

      Delete
    3. :D
      yayaya. Makasih ya Luan yang cantik..

      Delete